Rubianti lahir di Bima pada tanggal 7 April 1999. Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, buah hati dari pasangan suami istri A. Bakar dan Sahria. Sejak kecil, Rubianti tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang bahagia, sederhana, serta penuh kasih sayang.
Rubianti memulai pendidikan sekolah dasar di SDN Padende hingga kelas 4. Memasuki kelas 5, ia pindah ke SDN Ntonggu, Kecamatan Palibelo, karena mengikuti dan tinggal bersama abang serta kakak iparnya. Selama masa tersebut, ia dibesarkan dengan penuh perhatian, kasih sayang, dan tanggung jawab oleh keluarga yang selalu memenuhi kebutuhan serta mendukung pendidikannya.
Pada tahun 2012, Rubianti pindah tempat tinggal ke Kota Bima, tepatnya di BTN Sadia. Pada tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 8 Kota Bima yang berlokasi di Kelurahan Pena To’i. Namun, saat duduk di kelas 2 SMP, ia memutuskan untuk pindah ke SMP Negeri 14 Kota Bima di Kelurahan Raba Dompu, karena mengikuti tempat kakak iparnya mengajar. Di sekolah tersebut, ia mendapatkan lingkungan belajar yang baik serta teman-teman yang mendukung.
Setelah lulus SMP pada tahun 2014, Rubianti melanjutkan pendidikan ke SMK Negeri 2 Kota Bima dengan mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Namun, saat akan naik ke kelas 2, ia kembali berpindah sekolah ke SMA Negeri 3 Donggo dengan alasan untuk mendampingi orang tuanya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan SMA pada tahun 2017.
Setelah itu, Rubianti melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di STKIP Bima dengan mengambil jurusan Pendidikan Ekonomi. Selama masa kuliah, ia kembali tinggal bersama abang dan kakak iparnya yang terus memberikan dukungan penuh. Ia menempuh pendidikan selama empat tahun dan berhasil meraih gelar sarjana (S1) pada tahun 2021.
Pada bulan November 2021, Rubianti kembali tinggal bersama orang tuanya. Kemudian, pada awal Januari 2022, ia diterima sebagai tenaga pengajar di SMP Negeri 3 Donggo. Pada awalnya, ia mengajar mata pelajaran Prakarya, meskipun bidang tersebut sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Setelah satu tahun mengajar, ia kemudian beralih mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Rubianti merasa sangat bersyukur dapat diterima dan menjadi bagian dari sekolah tersebut. Ia merasakan lingkungan kerja yang penuh kebersamaan, kekeluargaan, serta hubungan yang harmonis dengan rekan-rekan guru dan siswa.
