BIMA, smpn3donggo.web.id – SMP Negeri 3 Donggo terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya belajar bagi tenaga pendidik melalui peluncuran program Sabtu Berdaya (Sabtu Belajar dan Berkarya), Sabtu (1/8/2026). Program yang mengusung tagline “Belajar Sepanjang Hayat, Berkarya untuk Negeri” ini menjadi wadah pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan guna menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Kegiatan perdana Sabtu Berdaya diisi dengan Pengimbasan Optimalisasi Peralatan Digitalisasi Pendidikan Tahun 2026 yang dipandu oleh Ilyas, S.Pd.Gr, guru SMP Negeri 3 Donggo yang sebelumnya mengikuti Bimbingan Teknis Digitalisasi Pendidikan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui kegiatan ini, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ditransformasikan kepada seluruh guru agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di lingkungan sekolah.
Dalam sesi pengimbasan, Ilyas memperkenalkan berbagai tahapan pelaksanaan program digitalisasi, mulai dari aktivasi akun peserta, mekanisme pembelajaran, hingga pemanfaatan perangkat digital yang akan mendukung proses belajar mengajar di kelas. Seluruh guru juga dibimbing untuk mengakses platform pelatihan dan memahami alur kegiatan yang akan dijalani selama program berlangsung.
Tidak hanya menerima materi, para peserta juga langsung mengikuti pre-test sebagai langkah awal untuk mengukur pemahaman mengenai pemanfaatan perangkat digital dalam pembelajaran. Hasil pre-test tersebut nantinya menjadi dasar dalam memetakan kebutuhan peningkatan kompetensi guru sehingga proses pendampingan dapat berjalan lebih terarah dan efektif.
Kepala SMP Negeri 3 Donggo, Sugiyanto, S.S., mengatakan bahwa program Sabtu Berdaya merupakan salah satu inovasi sekolah untuk menumbuhkan budaya belajar yang konsisten di kalangan guru. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari guru yang memiliki kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kami ingin Sabtu Berdaya menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus produktif bagi seluruh guru. Guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Semangat Belajar Sepanjang Hayat, Berkarya untuk Negeri harus menjadi budaya di SMP Negeri 3 Donggo,” ujar Sugiyanto.
Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknologi, tetapi juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan profesional lainnya, seperti berbagi praktik baik, penyusunan perangkat ajar, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, hingga pengembangan karya inovatif guru. Dengan demikian, setiap Sabtu akan menjadi momentum bagi guru untuk saling belajar dan berkarya.
Melalui peluncuran Sabtu Berdaya, SMP Negeri 3 Donggo berharap dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Sekolah optimistis budaya belajar yang dibangun secara berkelanjutan akan melahirkan guru-guru yang profesional, inovatif, serta mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik demi terwujudnya pendidikan yang semakin maju di Kabupaten Bima.
