Sejarah Singkat

Sejarah Singkat SMP Negeri 3 Donggo

            SMP Negeri 3 Donggo merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah pertama yang berada di Dusun Rasabou, Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Sekolah ini lahir dari semangat perjuangan masyarakat dan para tokoh pendidikan yang memiliki kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda di wilayah Donggo bagian barat. Di tengah keterbatasan sarana dan akses pendidikan pada masa itu, kehadiran SMPN 3 Donggo menjadi harapan baru bagi masyarakat sekitar.
          Pada awal tahun 2004, kondisi pendidikan di Desa Bumi Pajo dan wilayah sekitarnya masih sangat memprihatinkan. Banyak siswa lulusan sekolah dasar harus menempuh perjalanan yang jauh untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri terdekat yang berada di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Jarak yang cukup jauh serta kondisi transportasi yang terbatas membuat sebagian besar anak-anak terancam putus sekolah setelah menyelesaikan pendidikan dasar.
          Melihat kenyataan tersebut, para guru sekolah dasar bersama tokoh masyarakat setempat mulai menggagas pendirian sekolah menengah pertama pertama di wilayah Donggo bagian barat. Mereka percaya bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk mengubah masa depan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat, perjuangan untuk menghadirkan sekolah negeri di wilayah tersebut pun dimulai.
          Pada tahun pertama berdirinya, jumlah siswa angkatan pertama SMPN 3 Donggo hanya sebanyak enam orang. Meski jumlahnya sangat sedikit, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pendidik dan masyarakat untuk terus mempertahankan keberadaan sekolah. Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa terus bertambah hingga akhirnya angkatan pertama berhasil menamatkan pendidikan sebanyak sebelas orang siswa.
         Karena belum memiliki gedung sendiri, kegiatan belajar mengajar pada masa awal pelaksanaan dilakukan dengan meminjam ruangan di SDN Padende. Proses pembelajaran dilaksanakan pada sore hari setelah kegiatan sekolah dasar selesai. Walaupun fasilitas sangat sederhana dan serba terbatas, suasana belajar tetap berlangsung penuh semangat dan harapan besar untuk masa depan pendidikan masyarakat Donggo.
          Pada masa itu, SMPN 3 Donggo masih berstatus kelas jauh dari SMPN 1 Donggo. Adapun yang menjadi penanggung jawab kelas jauh tersebut adalah Sukardin, S.Pd. Di bawah bimbingan beliau, proses pendidikan tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik hingga sarana pembelajaran yang minim.
        Tahun 2007–2008 menjadi titik penting dalam perjalanan sejarah SMPN 3 Donggo. Sekolah mendapatkan angin segar melalui bantuan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia dalam program pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Bantuan tersebut menjadi jawaban atas harapan panjang masyarakat yang menginginkan sekolah dengan gedung permanen dan fasilitas yang lebih layak.
         Dalam proses pembangunan Unit Sekolah Baru tersebut, Hasanuddin, S.Pd.Ina dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah sekaligus Ketua Pelaksana Pembangunan USB. Berkat kerja keras dan dukungan seluruh masyarakat, pembangunan sekolah dapat berjalan dengan baik hingga akhirnya pada tanggal 24 November 2008, SMPN 3 Donggo resmi memiliki gedung sendiri. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah penting karena sejak saat itu kegiatan belajar mengajar mulai dilaksanakan pada pagi hari dengan memanfaatkan gedung sekolah sendiri.
          Sejak berdiri hingga saat ini, SMPN 3 Donggo telah dipimpin oleh beberapa kepala sekolah definitif yang terus membawa perubahan dan kemajuan bagi sekolah. Adapun kepala sekolah yang pernah memimpin yaitu Usri, S.Pd., M.Pd (2010–2016), Israil, S.Pd., M.Pd (2016–2018), Hasanuddin, S.Pd.Ina (2019–2022), dan Sugiyanto, S.S (2023–sekarang). Di bawah kepemimpinan para kepala sekolah tersebut, SMPN 3 Donggo terus berkembang baik dari segi sarana prasarana maupun kualitas pendidikan.
          Kini, SMPN 3 Donggo telah membuktikan diri sebagai sekolah yang mampu melahirkan generasi-generasi sukses dan berdaya saing. Alumni sekolah ini telah banyak yang berhasil menjadi ASN, PPPK, anggota TNI, hingga dosen di berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Kota Bima. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perjuangan para pendiri sekolah tidaklah sia-sia. Dari sebuah sekolah kecil dengan enam siswa dan ruang pinjaman, SMPN 3 Donggo kini tumbuh menjadi kebanggaan masyarakat Donggo bagian barat dan simbol harapan bagi masa depan pendidikan di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *