Donggo — Jalan hidup seseorang memang tidak pernah bisa ditebak. Siapa sangka, seorang siswa yang dulu tampak biasa saja di bangku sekolah kini berhasil menorehkan prestasi sebagai penulis muda berbakat. Dialah Khaerudin Yasin, alumni SMPN 3 Donggo tahun 2018 yang kini mulai dikenal lewat karya-karya sastranya yang menyentuh hati pembaca.
Khaerudin Yasin lahir pada 14 September 2003 dari pasangan sederhana, Siti Asma dan Yasin Rajiman, yang sehari-hari berprofesi sebagai petani di Desa Bumi Pajo. Tumbuh dalam lingkungan yang penuh kesederhanaan tidak membuatnya kehilangan mimpi. Justru dari kehidupan itulah lahir kepekaan dan kekuatan kata-kata yang kini menjadi ciri khas tulisannya.
Saat ini, Khaerudin sedang menempuh pendidikan di STKIP YAPIS Dompu pada jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR). Meski mengambil jurusan olahraga, ia justru menunjukkan sisi lain yang begitu kuat di dunia literasi dan sastra. Kemampuannya menulis dinilai out of the box karena mampu menghadirkan emosi dan realitas kehidupan dalam bahasa yang sederhana namun mendalam.
Perjalanan kepenulisannya berkembang secara perlahan namun pasti. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Khaerudin tetap konsisten menulis dan menuangkan gagasan-gagasannya menjadi karya sastra yang inspiratif. Ketekunan itulah yang akhirnya membawanya menerbitkan dua buku dalam usia yang masih sangat muda.
Buku pertamanya berjudul Sebelum Kamu Datang. Melalui buku tersebut, Khaerudin mencoba menghadirkan kisah tentang perasaan, kehilangan, dan perjalanan batin manusia yang dekat dengan kehidupan anak muda masa kini. Gaya penulisannya yang sederhana namun emosional membuat karyanya mendapat perhatian dari pembaca.
Sementara buku keduanya yang berjudul Lelaki yang Tak Pernah Ditanya Lelahnya (Catatan Sunyi Tentang Ayah yang Memikul Segalanya Sendirian) menjadi karya yang lebih menyentuh. Buku itu menggambarkan perjuangan seorang ayah yang sering kali memendam lelah demi keluarga. Banyak pembaca mengaku tersentuh karena isi buku tersebut terasa begitu dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.
Menariknya, perkembangan Khaerudin menjadi seorang penulis muda cukup mengejutkan banyak pihak. Saat masih bersekolah di SMPN 3 Donggo, hampir tidak ada yang memprediksi bahwa dirinya suatu hari akan dikenal sebagai penulis. Ia dikenal sebagai siswa biasa seperti teman-temannya yang lain.
Namun waktu membuktikan bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan potensi yang berbeda-beda. Khaerudin menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari mereka yang sejak awal terlihat menonjol. Dengan kemauan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi berkarya, seseorang bisa tumbuh melampaui perkiraan banyak orang.
Kisah Khaerudin Yasin menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar di Donggo dan Kabupaten Bima. Dari desa kecil dan keluarga sederhana, ia mampu membuktikan bahwa mimpi dapat diraih melalui kerja keras dan ketekunan. Perjalanannya juga menjadi pengingat bahwa masa depan seseorang tidak pernah bisa ditebak, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk bersinar pada waktunya masing-masing.

Masya Allah Luar Biasa