“Bel berbunyi dua kali, ruang ujian mendadak sunyi, dan 18 siswa harus memilih menyelesaikan satu ujian sebelum berpindah ke ujian lain.” Situasi tak biasa itu terjadi pada hari terakhir pelaksanaan Sumatif Akhir Fase (SAF) di SMPN 3 Donggo yang berlangsung penuh ketegangan namun akhirnya sukses diselesaikan.
Pelaksanaan SAF tahun 2026 di sekolah yang dikenal dengan sebutan Sakola Ma Loa tersebut sejatinya berjalan lancar sejak hari pertama. Namun, pada hari terakhir pelaksanaan, panitia menghadapi tantangan teknis setelah sebanyak 18 siswa pada sesi kedua Tes Kemampuan Akademik (TKA) utama tidak berhasil menuntaskan soal mata pelajaran Matematika dan Survei Karakter sesuai jadwal yang ditentukan.
Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah melakukan penyesuaian cepat agar seluruh peserta tetap mendapatkan hak mengikuti ujian secara penuh. TKA ulang kemudian dijadwalkan pada pukul 10.15 WITA, bertepatan dengan pelaksanaan SAF jam kedua untuk mata ujian Informatika. Situasi itu membuat 18 siswa harus menjalani dua agenda akademik secara berurutan dalam waktu yang sangat terbatas.
Suasana sekolah pun sempat dipenuhi rasa cemas. Sejumlah siswa terlihat terburu-buru berpindah ruang ujian, sementara panitia terus memastikan perangkat, jaringan, dan administrasi berjalan tanpa kendala tambahan. Meski dihadapkan pada tekanan waktu, para peserta tetap berusaha tenang demi menyelesaikan seluruh rangkaian ujian hingga akhir.
Pihak sekolah menyebut penyesuaian tersebut merupakan langkah terbaik untuk menjaga kelancaran pelaksanaan SAF sekaligus memastikan tidak ada peserta yang dirugikan. Para guru dan panitia ujian juga memberikan pendampingan penuh agar siswa tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi meski harus menghadapi jadwal yang berubah mendadak.
“Anak-anak menunjukkan semangat luar biasa. Walaupun harus mengikuti TKA ulang terlebih dahulu sebelum masuk ujian Informatika, mereka tetap bertahan dan menyelesaikan semuanya dengan baik,” ungkap salah seorang panitia ujian di sela-sela kegiatan.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian ujian tersebut, SMPN 3 Donggo menutup pelaksanaan SAF tahun ini dengan penuh rasa syukur. Di balik dinamika dan penyesuaian yang terjadi pada hari terakhir, sekolah membuktikan bahwa kerja sama antara siswa, guru, dan panitia mampu mengubah situasi yang menegangkan menjadi pengalaman berharga dalam dunia pendidikan.
