DONGGO, — SMP Negeri 3 Donggo mulai menyalurkan bantuan hasil Gerakan GSJ 2000 kepada siswa yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap peserta didik dari keluarga kurang mampu. Penyaluran perdana yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) itu meliputi dua pasang sepatu, satu rok sekolah, satu jilbab, dan enam lusin buku tulis. Seluruh bantuan berasal dari dana GSJ 2000 yang dihimpun melalui partisipasi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 3 Donggo menyerahkan bantuan tersebut didampingi Pembina GSJ 2000, Suherman, S.Pd.I, dan Bendahara GSJ 2000, Riska Jumiyati, S.Pd. Penyaluran dilakukan di hadapan warga sekolah sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi kepada peserta didik tentang pentingnya budaya berbagi dan gotong royong. Hingga akhir periode penggalangan dana, program GSJ 2000 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp990.000 yang kemudian dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah siswa penerima manfaat.
Kepala SMP Negeri 3 Donggo mengatakan, bantuan yang diberikan mungkin tidak bernilai besar secara materi, tetapi memiliki makna yang sangat penting karena merupakan hasil kepedulian seluruh keluarga besar sekolah. Menurutnya, setiap rupiah yang terkumpul mencerminkan semangat kebersamaan untuk memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Rawatlah sepatu, buku, dan perlengkapan sekolah yang diterima karena semuanya merupakan amanah dari keluarga besar SMP Negeri 3 Donggo. Yang lebih penting lagi, tetaplah rajin bersekolah, belajar dengan sungguh-sungguh, dan terus mengejar cita-cita,” ujar Kepala SMP Negeri 3 Donggo dalam amanatnya.
Pembina GSJ 2000, Suherman, S.Pd.I, menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan penggalangan dana, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan kepada seluruh warga sekolah. Menurut dia, GSJ 2000 mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan gotong royong melalui aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh sesama siswa.
“GSJ 2000 kami bangun sebagai gerakan bersama. Nominalnya mungkin kecil, tetapi ketika dilakukan secara ikhlas dan berkelanjutan, manfaatnya menjadi besar. Kami berharap program ini terus tumbuh sehingga semakin banyak siswa yang dapat dibantu,” kata Suherman.
Sementara itu, Bendahara GSJ 2000, Riska Jumiyati, S.Pd., memastikan pengelolaan dana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebutkan bahwa seluruh dana yang terkumpul digunakan untuk memenuhi kebutuhan prioritas siswa yang membutuhkan. Pihak sekolah berharap Gerakan GSJ 2000 dapat terus menjadi budaya positif di SMP Negeri 3 Donggo, sekaligus memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan.
