


Bumi Pajo, 11 Mei 2026 — SMP Negeri 3 Donggo bersama SMP Negeri 6 Donggo SATAP, SMP Negeri 7 Donggo SATAP, dan SMP Negeri 8 Donggo SATAP sukses menyelenggarakan Ujian Sumatif Akhir Jenjang (SAF) berbasis daring pada Senin (11/5/2026). Pelaksanaan ujian berlangsung tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari para peserta didik di masing-masing sekolah pelaksana.
Sebanyak 69 peserta didik mengikuti SAF tahun ini. Rinciannya, 37 siswa berasal dari SMPN 3 Donggo, 9 siswa dari SMPN 6 Donggo SATAP, 1 peserta didik dari SMPN 7 Donggo SATAP, dan 22 peserta didik dari SMPN 8 Donggo SATAP. Seluruh peserta mengikuti ujian secara online menggunakan server e-ujian yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh panitia pelaksana.
Pelaksanaan ujian hari pertama dimulai pukul 07.30 Wita dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Para peserta tampak hadir lebih awal untuk memastikan kesiapan perangkat dan jaringan internet sebelum ujian dimulai. Pengawas ruang dan operator sekolah juga terlihat sigap mendampingi peserta selama proses berlangsung.
Kepala SMPN 3 Donggo, Sugiyanto, S.S., mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan SAF tahun ini tidak terlepas dari persiapan matang yang dilakukan seluruh sekolah anggota. Menurutnya, koordinasi antarsekolah menjadi faktor penting dalam memastikan ujian berbasis daring berjalan tanpa kendala berarti.
“Sejak awal kami berkomitmen agar pelaksanaan SAF berjalan maksimal. Karena itu, sebelum ujian utama dimulai, seluruh sekolah telah melaksanakan simulasi bersama pada Sabtu, 9 Mei 2026. Simulasi tersebut menjadi langkah penting untuk menguji kesiapan server, perangkat, jaringan, serta kesiapan peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan sistem e-ujian menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan, khususnya di wilayah Donggo. Meski berada di kawasan pegunungan, sekolah-sekolah SATAP dinilai mampu menunjukkan kesiapan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran dan evaluasi berbasis digital.
Selama pelaksanaan hari pertama, tidak ditemukan kendala teknis yang berarti. Beberapa sekolah bahkan telah menyiapkan perangkat cadangan dan dukungan jaringan tambahan untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi. Langkah tersebut dinilai efektif menjaga stabilitas pelaksanaan ujian hingga sesi berakhir.
Antusiasme peserta didik juga menjadi perhatian tersendiri. Para siswa terlihat serius dan fokus mengerjakan soal ujian melalui perangkat yang telah disediakan sekolah. Sebagian besar peserta mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti simulasi sebelumnya sehingga lebih memahami tata cara penggunaan aplikasi e-ujian.
Guru dan tenaga kependidikan dari keempat sekolah turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Mereka bekerja sama mulai dari tahap persiapan, verifikasi peserta, pengawasan, hingga monitoring server selama ujian berlangsung. Kekompakan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi antar satuan pendidikan di wilayah Donggo.
Dengan suksesnya pelaksanaan hari pertama SAF berbasis daring ini, SMPN 3 Donggo bersama SMPN 6, 7, dan 8 Donggo SATAP berharap seluruh rangkaian ujian dapat berjalan lancar hingga selesai. Pihak sekolah juga berharap hasil SAF nantinya tidak hanya menjadi ukuran akademik semata, tetapi mampu menggambarkan proses belajar dan karakter peserta didik selama menempuh pendidikan di jenjang SMP.
